Pembangunan jalan tol Cilacap - Yogyakarta yang melintas di Kabupaten Purworejo sepanjang 28,295 kilometer akan melewati 41 desa di enam kecamatan. Proses pembangunannya sendiri akan dimulai tahun 2022 ini.
Enam kecamatan yang akan dilalui jalan tol Yogyakarta - Cilacap adalah Butuh, Grabag, Kutoarjo, Ngombol, Purwodadi dan Bagelen.
Delapan desa di Kecamatan Butuh yang akan dilalui adalah Kunirejokulon, Kunirejowetan, Kedungagung, Kedungsri, Ketug, , Sruwohdukuh dan Sruwohrejo.
Di Kecamatan Kutoarjo hanya ada dua desa yang dilewati, yaitu Kebondalem dan Karangwuluh. Sementara di Kecamatan Grabag, jalan tol akan melintasi lima desa, yaitu Kumpulrejo, Kese, Sangubanyu, Kedungkamal, dan Dukuhsungus.
Kecamatan Ngombol menjadi kecamatan dengan jumlah desa terbanyak yang akan dilewati jalan tol Yogyakarta - Cilacap, yaitu sejumlah 14 desa meliputi : Secang, Piyono, Seboropasar, Wingkotinumpuk, Wingkosigromulyo, Wingkosanggrahan, Wingkoharjo, Singkilkulon, Singkilwetan, Wonoboyo, Walikoro, Pututan, Kedondong dan Kuwukan.
Sementara itu, ada 11 desa di Kecamatan Purwodadi yang akan dilintasi jalan tol baru ini, yaitu Jenarkidul, Jenarwetan, Sumbersari, Bongkot, Sukomanah, Tegalaren, Bubutan, Sukoharjo, Kebonsari, Banjarsari, dan Karangsari. Sedangkan Kecamatan Purwodadi hanya meliputi satu desa yaitu Dadirejo.
Informasi ini didapatkan dalam acara Konsultasi Publik yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo pada Rabu (9/2) di Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo di Kutoarjo.
Tampak hadir dalam acara tersebut yaitu Kadinas LHP Kabupaten Purworejo, Bambang Setyawa, S. Sos, MM, Wakil Ketua DPRD Purworejo Kelik Susilo Ardani,S.E., dan pihak konsultan. Hadir pula para Kepala Desa dan unsur perwakilan masyarakat serta media.
Dalam kesempatan itu, Kelik Susilo Ardani berharap agar pembangunan jalan tol Yogyakarta - Cilacap ini menjadi proyek strategis nasional yang monumental di Purworejo. "Tolong pemerintah pusat memikirkan cara agar masyarakat Purworejo tidak hanya jadi obyek dari proyek itu, tapi juga harus bisa menjadi subyek. Saya juga berharap ada informasi yang jelas dan detail kepada masyarakat Kami" tandas politisasi Partai Golkar itu.


